animasi

Minggu, 17 Februari 2013


Komparasi Knalpot R9 dan Nobi Untuk Yamaha New Scorpio Z

Diposting oleh pulat on Nov 22, 2010


Tampilan Yamaha New Scorpio Z ini jelas berbeda dibanding versi sebelumnya. Beberapa bagian dibuat lebih kekar dan berkesan lebih sporti. Tak sekadar Suku Cadang Motor tudung alias bodi saja, beberapa bagian rangka dan Suku Cadang Motor pun mendukung tampang barunya dng beberapa penguat di belakang.

Namun, bicara mesin, boleh dibilang tak mengalami perubahan berarti. Baik diameter maupun langkah pistonnya sama dng versi sebelumnya. Namun, ada yg merasa tarikan Kalajengking baru ini tak segalak pendahulunya.

Umumnya, Penggantian Suku Cadang Motor berupa knalpot menjadi salah satu cara paling mudah untuk menaikkan kemampuan mesin. Tentu mengukurnya perlu dng parameter jelas. Karena itu dilakukan pengujian dng dynotest.

disamping itu, Suku Cadang Motor berupa knalpot yg digunakan ada dua, yaitu knalpot R9 seharga Rp 1,2 juta dan Nobi yg dilego di pasaran dng harga Rp 375 ribu. Memang, rentang harga ini cukup jauh, seolah mewakili kelas knalpot yg dicoba.

Untuk mengetahui seberapa besar peningkatan yg dihasilkan, tentu perlu data awal dari kondisi motor standar. Tunggangan yg dicoba ini benar-benar masih baru dan tentunya dng peranti apa adanya dari pabrikan.

Diuji dng mesin dyno, diperoleh hasil tenaga maksimum 20 dk pada kitiran 8.500 rpm, lantas torsi teratas berada di angka 20,28 Nm/6.200 rpm. Pastinya mengganti dng kedua knalpot R9 dan Nobi tadi.

Untuk melepaskan knalpot ini tak terlalu sulit, cukup membuka baut pada kepala silinder serta di braket knalpot di bagian belakang. Namun ada baut yg cukup rumit dibuka, yaitu pengikat di bagian tengah.

Uji coba pun dilanjutkan dng pemasangan knalpot R9. knalpot dng silencer ‘pelangi' ini juga menganut gaya multistage pada pipa knalpotnya. Percobaan pun dilakukan, dng melakukan beberapa kali running, diperoleh hasil peningkatan tenaga dan torsi.

Tenaga puncak Kalajengking baru ini tercapai pada putaran 8.497 rpm, dng daya 22,27 dk. Terlihat peningkatan sebanyak 2,27 dk, sebuah peningkatan cukup signifikan dng penggantian knalpot tanpa mengubah settingan karburator.

Torsi teratas juga meningkat menjadi 20,36 Nm/6.952 rpm. Dari hasil ini tampak karakter powerband berubah, pada putaran mesin lebih tinggi untuk mencapai torsi tertingginya. Karakter ini mebuat tarikannya akan terasa lebih panjang dibanding standar.

Kemudian, Suku Cadang Motor berupa knalpot Nobi juga dicoba dng metode sama, yaitu tak mengubah settingan apapun pada karburator. Kondisinya benar-benar sama dng standarnya. Begitu pun jumlah running dng dynamometer pun sama.

Hasil yg didapat, tenaga puncak 21,39 dk di kitiran 8.483 rpm, serta torsi tertinggi berada di angka 20,69 Nm/6.663 rpm. Karakter ini cukup unik, meski peningkatan daya puncaknya tak banyak, namun lonjakan torsi lebih besar pada putaran mesin yg lebih rendah.

Melihat kondisi seperti ini, Suku Cadang Motor berupa knalpot Nobi tampaknya lebih cocok untuk tunggangan yg dipakai dalam kota yg sering stop and go. Sedang Suku Cadang Motor berupa knalpot R9 yg galak diputaran atas, pas untuk turing keluar kota yg banyak lintasan lurus panjang. 
sumber ; kumpulan artikel

Kamis, 31 Januari 2013



4.Ganti ECU standart dengan Modul IM-8 Andrion XP
Oke sekarang langkah ke empat ialah mengganti ECU standart anda dengan modul im-8 andrion xp ini. Dengan memakai modul ini rasanya seperti terbang ke udara...halah upowo ae -_- hahaha...


Prolog:
Ini adalah pengembangan terbaru khusus untuk motor Injection yang dikembangkan oleh XP Ignition, dinamakan Modul Pengapian karena menjaga tegangan konstan 350 Volt DC dengan system perintah dari ECU motor.
Penggunaan modul pengapian IM-8 Andrion di motor menjadikan motor sangat responsif, motor tidak perlu mencapai RPM tinggi sudah mendapatkan kecepatan dan juga penggunaan modul ini memungkinkan motor untuk mengganti dengan Koil system CDI seperti Koil XP dll yang selama ini tidak bisa diterapkan di motor-motor injection dikarenakan motor injection menggunakan system TCI.
Kebanyakan para mekanik berpatokan pada mesin modern dengan durasi exhaust lebih besar. Atau mereka membuat durasi inlet yang lebih kecil. Karena porting buang dan pipa knalpot yang relative kecil, sempit, sesak, sehingga membutuhkan masa lebih untuk membuang kotoran dari silinder. Bahkan mereka bisa memundurkan noken as tanpa merugikan tenaga untuk tujuan memaksimalkan respon gas!
Sadarlah. Tidak ada sebuah pandangan yang PASTI BENAR, apalagi pendapat manusia! Kedua-duanya bisa jadi benar! Pada mesin standard, mungkin ya. Tapi pada mesin performa tinggi, semua hal berubah!
Rubah 1 faktor, contoh, sistem pembuangan –memasang knalpot racing- dan kamu sebenarnya tidak butuh durasi exhaust yang lebih lama! Lalu kenapa kebanyakan orang menyukai durasi exhaust lebih besar? Jawabannya : “KEBIASAAN” dan lainnya adalah pengikut latah. Kebanyakan dari mereka sudah sukses menemukan dengan cara mereka sendiri bahkan dalam keadaan terdesak apapun mungkin akan kepala batu untuk merubah kebiasaan mereka.
Sebelum melangkah terlalu jauh , ada baiknya kita melihat kebelakang, apa sih yang kita usahakan pada mesin kita untuk menciptakan tenaga yang lebih besar. Mesin balap sekalipun pada dasar nya = POMPA AIR! Kita pompa masuk dan keluar! Meski caranya berbeda. Dan kita punya kendala ketika satu jalur atau yang lain mampat! Kesetimbangan – Equilibrium – Aliran Flow harus menjadi fokus kita, jika tujuan kita mencari TENAGA!
Pada lintasan drag, pembalap lebih menyukai knalpot dengan pipa panjang dan durasi kem buang lebih lebar untuk membunuh torsi di putaran bawah supaya memudahkan mereka agar roda tetap mencengkeram aspal. Sudah seringkali trik ini sukses, dan sedikit meningkatkan tenaga putaran atas – yang sangat kamu butuhkan pada drag race karena trotle gas terus terbuka penuh sejak lampu hijau menyala!
sumber : mobile blog

Senin, 28 Januari 2013





Rextor, salah satu produsen CDI racing Indonesia terus melakukan perubahan produknya. Salah satunya seri Pro Drag yang jadi favorit untuk road race meski awalnya dibikin untuk drag tapi karena mampu menghasilkan energi pembakaran yang besar hingga menyebar ke tuner road race.

Generasi terbaru Pro Drag kini tampil baru dengan casing plastik (versi sebelumnya dengan aluminium) dan ukuran lebih ringkas. "Tak hanya lebih kecil hingga memudahkan pemasangan tapi juga fitur pengesetan kurva pengapian kini per 250 rpm, jadi lebih presisi lagi dibanding generasi sebelumnya yang per 500 rpm," kata Novel, petinggi produsen CDI dari Batam, Riau.

Harga jualnya tak beda dengan yang lama dan banyak dipakai oleh tim papan atas seperti Yamaha Trijaya, Yamaha Yonk Jaya dan kini Honda Oei Racing. sumber : (otosport.co.id)

Rabu, 16 Januari 2013

automotif

Salah satunya sepeda motor satria f  ini yang mengunakan spare parts karbulator NSR